Penyakit Liver, Kenali Gejala,Pengobatan dan Pencegahannya


penyakit liver




Pengertian LIVER

Liver adalah terjemahan dari organ hati dalam bahasa inggris,dalam bahasa latin disebut Hepar, adalah salah satu organ dalam tubuh yang terletak di bagian dalam perut sebelah kanan atas tepat di bawah diafragma. Berwarna merah kecoklatan,hati merupakan organ dalam tubuh yang terbesar diantara organ dalam yang lain,dengan berat kurang lebih 1,5 kilogram.

Karena letaknya yang terlindung oleh tulang rusuk, sehingga dalam kondisi normal (tidak sakit), kita nyaris tidak dapat merasakan keberadaan hati didalam perut kita.


Fungsi LIVER 

Liver atau hati memiliki fungsi yang sangat vital bagi tubuh kita,diantaranya membantu proses pencernaan makanan hingga menjadi energi yang dibutuhkan tubuh, menyaring unsur-unsur dan zat berbahaya dalam tubuh dan membuang zat-zat beracun (toxic) dalam darah.

Jadi secara umum bisa di gambarkan hati itu semacam filter yang berfungsi untuk mengontrol dan menyerap unsur-unsur yang terdapat pada makanan dan minuman yang sebelumnya di proses oleh lambung,membuang zat-zat yang tidak berguna ke dalam empedu untuk memproses lemak. Lalu mengambil dan menyimpan zat-zat yang berguna bagi tubuh seperti protein,vitamin dan zat-zat anti bodi lainnya melalui aliran darah.

Tak hanya itu hati juga memegang lebih dari 500 tugas dan peranan penting dalam tubuh serta ribuan jenis reaksi kimia setiap harinya.

Jadi bisa di bayangkan betapa vital dan sibuknya hati bekerja untuk menjaga organ-organ tubuh yang lain agar bisa berfungsi sebagai mana mestinya.


Penyakit Liver,Pengertian dan Jenisnya


Gejala penyakit liver


Pengertian Penyakit Liver

Lalu apa yang di maksud dengan penyakit Liver?

Di kalangan masyarakat awam masih banyak yang belum paham tentang istilah Penyakit Liver,Yakni kondisi dimana organ hati mengalami gangguan fungsi dan struktur nya, atau ketika hati dalam kondisi disfungsi, itulah yang sering kita sebut dengan istilah penyakit LIVER.

Tentang penyakit Liver itu sendiri pun masih banyak yang belum paham,bahwa penyakit liver ada  beberapa jenis dan dibedakan dalam beberapa tingkatan atau stadiumnya.


Jenis-jenis Penyakit Liver

Ada beberapa jenis penyakit gangguan fungsi hati (Liver),tergantung dari penyebab atau faktor pemicunya,dan juga tingkatan atau stadiumnya.Berikut jenis-jenis penyakit Liver jika di golongkan menurut tingkatan atau stadiumnya:

1.Hepatitis

Pengertian Hepatitis

Hepatitis adalah gangguan fungsi hati tahap awal,pada tahap ini,organ hati mengalami luka atau infeksi yang diakibatkan oleh virus,yaitu virus hepatitis A, B, C, D dan E. Dalam bahasa awam sering dikenal atau disebut dengan Penyakit kuning.

Jenis virus Hepatitis A,B dan C adalah jenis yang paling sering menginfeksi manusia.Virus hepatitis A bisa menular dan menyebar melalui perantara makanan yang terkontaminasi oleh kotoran pasien.

Sedangkan hepatitis B dan C bisa menular melalui cairan tubuh, seperti keringat atau air ludah pengidap Hepatitis, bisa juga melalui darah, misalnya penggunaan jarum suntik secara bersama-sama atau bergantian dengan orang lain.

Karena sifatnya yang mudah menular, biasanya pasien pengidap Hepatitis harus menjalani isolasi selama masa penanganan atau perawatan.

Penyakit hepatitis A dan B dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi sejak dini, sedangkan untuk jenis Hepatitis C, hingga sekarang belum ditemukan vaksin untuk mencegah penyebarannya.

Gejala Penyakit Hepatitis

Pada penyakit hepatitis, tidak ditemukan gejala khusus, umumnya hanya ditandai dengan gejala yang ringan,seperti:

  • Bola mata dan kulit berwarna kuning
  • Demam
  • Nyeri perut,terutama perut sebelah kanan atas
  • Nyeri sendi dan tulang
  • Mual disertai muntah
  • Menurunnya nafsu makan 
  • Urine berwarna kuning pekat
  • Tinja berwarna pucat
  • Stamina menurun sehingga mudah merasa lelah,letih dan lesu.

Tetapi jika gejala tersebut terus-menerus diabaikan,maka bukan tidak mungkin akan berakibat gangguan fungsi dan struktur hati  bertambah parah dan meningkatkan stadium gangguan fungsi hati itu sendiri.

Oleh sebab itu,ketika kita mengalami beberapa gejala di atas,segeralah waspada dan lakukan pemeriksaan dan penanganan lebih intensif. Sebab pada banyak kasus yang ditemui penyakit liver ini bisa bertambah parah dan meningkat stadiumnya karena terlalu seringnya penderita mengabaikan gejala-gejala seperti di atas.


2.Fatty liver

Pengertian Fatty Liver

Penyakit yang menyerang hati berikutnya adalah Fatty Liver atau perlemakan hati,yaitu penumpukan lemak pada sel-sel hati yang disebabkan oleh obesitas atau kegemukan.

Penderita Fatty Liver semakin meningkat jumlahnya karena kurang sadarnya masyarakat akan dampak buruk dari obesitas atau kegemukan, sering mengabaikan pola makan dan pola hidup sehat,seperti terlalu banyak makan makanan berminyak dan berlemak, sehingga memicu kegemukan yang menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit Fatty Liver atau hati berlemak.

Gejala Fatty Liver

Hampir sama dengan Hepatitis,pada penyakit Fatty Liver  tidak ditemui gejala khusus,namun gejala yang umum ditemui adalah 

  • mudah lelah
  • Nyeri perut sebelah kanan atas, 
  • Dan sering merasa mual.

Bisa dikatakan gejalanya hampir mirip dengan gejala gangguan lambung,sehingga kadang sulit membedakan antara penyakit Fatty Liver dan gangguan lambung biasa (maag).

Untuk memastikan kebenaran diagnosa dokter terkait gejala yang dialami pasien, selain melakukan pemeriksaan fisik, biasanya dokter juga akan menyarankan pemeriksaan test darah dan urine,serta pemeriksaan radiologi.

Jenis pemeriksaan radiologi untuk mendukung diagnosa dokter yang di sarankan biasanya adalah USG perut, CT scan, atau MRI guna memantau kondisi hati dan organ di sekitarnya.

Fatty Liver dibedakan menjadi dua jenis,yaitu Fatty Liver Alcoholyc dan Fatty Liver non Alcoholyc. Fatty Liver Alcoholyc adalah gangguan hati berlemak yang disebabkan oleh obesitas karena pengaruh terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.

Sedangkan Fatty Liver non Alcoholyc merupakan gangguan hati berlemak yang disebabkan oleh kegemukan karena faktor genetik (keturunan) dan non alkohol, misalnya karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak,makanan berminyak,makanan dengan kadar gula tinggi dan kurang mengkonsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi,vitamin dan protein.


3.Sirosis Hati


Jaringan parut pada liver
Sisosis hati



Pengertian Sirosis hati

Tahapan penyakit hati berikutnya adalah Sirosis hati,yaitu penyakit hati yang terjadi karena struktur hati yang sudah rusak akibat adanya jaringan parut yang semakin meluas,sehingga hati tidak bisa lagi bekerja dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Gambar di atas adalah contoh perbandingan hati yang masih normal (sehat) dan hati yang sudah rusak akibat adanya jaringan parut yang disebut sirosis hati.

Sirosis hati bisa dicegah namun tidak bisa disembuhkan. Pada tahap ini,pengobatan atau terapi yang diberikan sifatnya hanyalah untuk mengurangi keluhan pasien,misalnya mengurangi rasa sakit atau nyeri perut dan sesak nafas akibat sirosis. Dan itupun hanya bersifat sementara. 

Artinya tidak bisa menjamin kesembuhan pasien sirosis hati.Segala upaya penyembuhan akan sia-sia meskipun telah dilakukan detoks hati,diet rendah lemak dan sebagainya.

Satu-satunya upaya penyembuhan yang bisa di lakukan adalah dengan jalan transplantasi hati atau cangkok hati. Dan ini pun bukan langkah yang mudah,biasanya memerlukan beberapa tahapan untuk bisa melakukan prosedur ini.,karena transplantasi hati termasuk jenis operasi besar yang biasanya memakan waktu hingga 6-12 jam.Belum lagi biaya yang di butuhkan juga sangat fantastis,sehingga prosedur ini jarang di lakukan untuk pasien sirosis hati dengan kondisi ekonomi pas-pas an atau menengah kebawah.

Oleh sebab itu upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap gejala sirosis hati masih merupakan upaya terbaik yang bisa dan harus kita lakukan.

Gejala Sirosis hati

Gejala yang umum dirasakan penderita sirosis hati, hampir sama dengan jenis penyakit hati lainnya,seperti: 

  • Hilangnya selera makan,
  • Perut semakin membesar,disertai rasa nyeri,penuh atau begah
  • Berat badan turun atau naik secara drastis
  • Menurunnya atau hilangnya gairah seksual 
  • Sulit tidur akibat sesak nafas,
  • Gatal-gatal pada kulit,
  • Tangan dan kaki mulai membengkak
  • Pada beberapa kasus,daya ingat pasien mulai menurun,sering mengalami kebingungan bahkan berhalusinasi.

Sirosis hati merupakan penyakit hati stadium akhir,hal ini merupakan akibat dari terlambatnya deteksi dini dan penanganan pada kerusakan hati.Terlambatnya pencegahan dan pengobatan,bisa mengakibatkan gagal hati,artinya organ hati berhenti bekerja sama sekali sehingga bisa berakibat fatal seperti koma atau bahkan kematian.

Namun demikian, pasien penderita sirosis hati ada yang mampu bertahan hingga tahunan tetapi ada juga yang hanya mampu bertahan beberapa bulan saja,tergantung dari kondisi fisik dan kekebalan tubuh pasien.


4.Kanker Hati

Pengertian Kanker hati

Jenis penyakit gangguan hati berikutnya adalah Kanker hati atau secara ilmiah disebut hepatocellular carcinoma , terjadi ketika sel-sel DNA menyerang organ hati,lalu sel-sel tersebut bermutasi, kemudian membelah diri secara tidak terkendali dan membentuk tumor ganas di hati (liver).

Kanker hati dibedakan menjadi dua yaitu kanker hati primer dan kanker hati sekunder.Kanker hati primer adalah kanker hati yang timbul karena sel kanker tumbuh dan berkembang langsung pada organ hati itu sendiri.

Sedangkan kanker hati sekunder adalah sel kanker yang berasal dari organ dalam tubuh yang lain kemudian menjalar atau menyebar ke organ hati sehingga mengakibatkan kanker hati.

Kanker hati termasuk jenis kanker yang paling berbahaya dan mematikan ke 3 di dunia. Bahkan sering disebut sebagai the silent killer. Faktor pemicunya pun bermacam-macam,selain akibat dari penyakit Liver yang kronis(sirosis hati,fatty liver,hepatitis) juga bisa dipicu oleh beberapa hal,seperti:

  • Diabetes
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Terpapar racun atau virus tertentu
  • Faktor genetik (keturunan)

Oleh sebab itu sangat penting untuk mendeteksi atau mengetahui gejala kanker hati ini sejak dini. 

Apa saja gejala kanker hati?

Gejala kanker hati yang paling umum adalah:

  • Mata dan kulit menguning
  • Hilang selera makan
  • Sering mengalami demam
  • Perut sering terasa begah atau penuh,meskipun jarang makan,ini karena hati dan limpa mulai membengkak
  • Perut semakin membengkak akibat penumpukan cairan yang berlebihan  
  • Berat badan menurun secara drastis
  • Pada kondisi yang sudah parah, penderita sering mengalami sesak nafas karena organ hati yang semakin membengkak mendesak jantung dan paru-paru,akibatnya sistem pernafasan pun terganggu (sesak nafas)
  • Gatal-gatal,memar pada kulit
  • Urine berwarna kuning pekat.
  • Sering mengalami pendarahan 

Itulah tadi penjelasan tentang jenis-jenis penyakit hati berdasarkan tingkatan atau tahapannya.Hal ini perlu kita ketahui agar kita tidak salah kaprah dalam memahami penyakit Liver ini. Sehingga di kemudian hari kita juga bisa mengambil langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat terkait munculnya gejala-gejala penyakit Liver yang umumnya memiliki kesamaan.


Apa saja penyebab penyakit liver?

Menurut data,penyakit liver lebih banyak menyerang kaum pria dibandingkan wanita,dengan rentang usia antara 35-50 tahun. Hal ini dikarenakan,kinerja Liver kaum pria cenderung lebih keras di bandingkan dengan kinerja liver pada kaum wanita. 

Kebiasaan begadang atau bekerja hingga larut malam,konsumsi alkohol,nikotin dan kafein yang berlebihan juga bisa menjadi pemicu resiko kerusakan yang liver pada kaum pria lebih besar, di bandingkan dengan resiko kerusakan hati pada kaum wanita. 

Namun secara keseluruhan,ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terganggunya fungsi hati,diantaranya adalah:

1.Pola makan yang tidak teratur

Seringkali kita mengabaikan jam waktu makan yang teratur,padahal makanan dan minuman merupakan sumber energi utama bagi kelangsungan hidup semua makhluk termasuk kita manusia. Dalam makanan dan minuman terkandung berbagai macam zat gizi yang sangat berguna bagi tubuh kita,baik berupa karbohidrat, vitamin, protein dan mineral.

Ketika salah satu zat tersebut tidak terpenuhi maka akan membuat tubuh kita rentan terhadap berbagai macam penyakit, tanpa terkecuali penyakit Liver. 

Oleh sebab itu,menerapkan pola makan yang teratur dan gizi yang seimbang sangat lah penting. Karena terbukti dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh dan mengurangi resiko terjangkit berbagai macam penyakit,termasuk mencegah penyakit Liver.   

2.Kurang menjaga kebersihan makanan

Kesibukan akan aktifitas dan pekerjaan membuat kita cenderung memilih hal-hal yang sifatnya praktis. Salah satunya adalah dalam hal memiih makanan. Makanan cepat saji adalah saah satu pilihan di saat kita tidak punya banyak waktu untuk sekedar menyiapkan makanan yang bernilai gizi tinggi,bahkan kita cenderung sering jajan atau makan sembarangan di pinggir jalan yang kurang terjamin kebersihannya.

Hal tersebut tentu sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh,terutama menambah berat kinerja organ hati.

3.Kebiasaan mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol,kafein dan minuman bersoda yang berlebihan.

Mengkonsumsi minuman beralkohol,bersoda, dan mengandung kafein secara berlebihan adalah kebiasaan buruk yang harus kita hindari untuk mencegah kerusakan organ hati. Karena beberapa jenis minuman dengan kandungan seperti disebutkan tadi,membuat kerja hati semakin keras memproses zat  yang terkandung dalam alkohol,kafein dan minuman bersoda tadi. Sehingga bisa memicu munculnya gangguan fungsi hati,seperti sirosis,perlemakan hati,bahkan kanker hati.   

4.Obesitas (kelebihan berat badan)

Kegemukan juga disebut menjadi salah satu faktor pemicu kerusakan organ hati.Karena kegemukan bisa mengakibatkan penumpukan lemak pada sel-sel organ hati dan mengakibatkan penyakit Fatty Liver. Tak hanya itu,bahkan ada beberapa penyakit yang timbul akibat kegemukan ini.  

Oleh sebab itu,menghindari konsumsi makanan berlemak,berminyak dan mengandung gula,juga merupakan upaya pencegahan yang bisa kita lakukan sejak dini untuk menghindari berbagai macam penyakit,termasuk penyakit liver. Karena jenis makanan atau minuman tersebut bisa memicu kegemukan atau obesitas,selain juga dengan rajin berolah raga 

5.Faktor genetik (keturunan)

Penyakit Liver juga bisa dipicu oleh faktor keturunan,atau genetika. Secara ilmiah dijelaskan bahwa gen abnormal yang dibawa dari orang tua sejak lahir menyebabkan penumpukan berbagai zat pada organ hati,terutama zat besi,inilah yang menyebabkan kerusakan pada hati.

Maka itu tak jarang ditemukan kasus penyakit gangguan organ hati (Liver) sejak bayi atau pada anak-anak. Seperti penyakit hemachromatosis,Wilson deseases,Alpha-1 antitrypsin deficiency dan Fibrosis Kistik.

6.Autoimun

Sistem imun di tubuh berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh,melawan berbagai bakteri serta virus yang masuk ke dalam tubuh. Namun, karena suatu mekanisme yang tidak diketahui, sistem imun tersebut bisa saja menyerang organ tubuh kita sendiri, termasuk hati. 

Kondisi seperti itu di sebut autoimun dan hal ini dapat menimbulkan berbagai macam penyakit hati seperti hepatitis autoimun, primary biliary cholangitis, dan primary sclerosing cholangitis

7.Konsumsi obat-obatan berlebihan  (over dosis obat)

Kebiasaan atau ketergantungan terhadap obat-obat an tanpa resep dokter dan dalam jangka waktu yang lama, juga disebut bisa menjadi faktor pemicu gangguan fungsi organ hati. Kasus seperti ini disebut Hepatotoksik. Jenis obat-obatan yang termasuk dalam kategori Hepatotoksik ini diantaranya adalah:

  • Acetaminophen(Paracetamol)Antibiotik
  • Antidepresan
  • Antikejang
  • Anti radang Non Steroid (NSAID)
  • Obat penurun kolestrol atau pencegah stroke,Pil KB
  • Obat asam urat
  • Obat diabetes
  • Obat Antihipertensi
  • bahkan Obat anti jamur pun juga bisa menjadi pemicu gangguan fungsi hati,jika dikonsumsi secara berlebihan dan tanpa resep dokter.

8.Kelelahan secara fisik dan psikologis

Masih berkaitan dengan gaya hidup,masyarakat di era modern seperti sekarang ini,cenderung abai dengan masalah kesehatan. Seperti begadang hingga larut malam dikejar deadline urusan pekerjaan seringkali mengakibatkan kelelahan secara fisik dan psikis. Sehingga tanpa disadari kondisi seperti tersebut menjadi salah satu faktor pemicu gangguan fungsi hati.


Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Liver

Setelah kita mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi faktor pemicu gangguan fungsi hati,tentu kita harus lebih waspada dan melakukan upaya pencegahan sejak dini agar terhindar dari serangan Penyakit Hati

Karena seperti kita ketahui bahwa penyakit hati (Liver) sering juga disebut The silent Killer,datangnya yang tiba-tiba dan tanpa gejala yang mencolok membuat kita seringkali kecolongan,sehingga akhirnya kita pun terlambat mendapatkan pengobatan dan penanganan yang tepat.

Sehingga prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati masih menjadi upaya terbaik yang harus kita lakukan.

Hal-hal yang harus di lakukan untuk mencegah Penyakit Hati (Liver)

Lalu upaya pencegahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk menghindari serangan penyakit Liver yang mematikan tersebut? Berikut di antaranya: 

  1. Menjaga Kebersihan,misalnya cuci tangan sebelum makan dan melakukan aktifitas,jangan jajan sembarangan,jangan memakai sikat gigi bergantian terutama dengan seseorang yang telah terdeteksi mengidap Hepatitis.
  2. Dapatkan vaksin Hepatitis sejak dini pada anak-anak, dan jika ada salah satu anggota keluarga yang terinfeksi virus Hepatitis segeralah lakukan test darah dan pemeriksaan lebih lanjut,agar bisa mendapatkan vaksin Hepatitis sesegera mungkin
  3. .Biasakan pola hidup sehat dengan makan teratur dan tidur yang teratur.
  4. Tidak mengkonsumsi alkohol,secara berlebihan,tidak merokok, hindari terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein,makanan berlemak dan berminyak.
  5. Hindari ketergantungan terhadap obat-obatan pereda nyeri untuk jangka waktu yang lama.
  6. Banyak konsumsi air putih, dan makanan yang mengandung serat,kaya akan protein dan vitamin.
  7. Rajin berolah raga untuk menghindari obesitas atau kegemukan
  8. Hindari terlalu banyak pikiran (overthingking), dan aktivitas yang terlalu menguras atau memforsir tenaga dan pikiran kita,hingga mengakibatkan kecapean secara fisik maupun psikis.

Pengobatan Penyakit Liver

Dalam menangani penyakit Liver,ada dua macam pengobatan yang bisa kita jalani sebagai bentuk usaha dan upaya untuk mendapatkan kesembuhan,yaitu pengobatan secara herbal  (alami) dan pengobatan secara Medis.

Pengobatan secara alami

Pengobatan secara alami bisa dilakukan dengan menghentikan beberapa kebiasaan pasien yang menjadi faktor pemicu munculnya gangguan fungsi hati tersebut. Seperti berhenti mengkonsumsi alkohol,berhenti merokok,dan mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein. Dengan melakukan diet terhadap beberapa jenis makanan dan minuman yang menjadi pemicu atau penyebab penyakit Liver ini bertujuan untuk membua nong racun dan zat-zat berbahaya yang mengendap dan merusak fungsi hati,langkah ini juga dikenal dengan istilah  Detoksifikasi Hati .

Ramuan atau obat-obatan alami seperti temulawak,madu dan gula aren,di kenal dan dipercaya bisa membantu menyembuhkan penyakit Liver,membantu memperbaiki nafsu makan pasien yang semakin menurun. Kunyit dan kencur juga bisa dijadikan sebagai alternatif pengganti antibiotik dan antidepresan. Kandungan antioksidan dalam ramuan teh hijau juga bisa menjadi alternatif pengobatan alami. 

Selain itu konsumsi makanan atau minuman yang mengandung protein tinggi sangat dianjurkan bagi penderita Liver. Protein yang terkandung dalam susu,telor,ikan gabus,ikan lele,dan beberapa jenis ikan air tawar dipercaya dapat membantu proses pemulihan penyakit Liver. Protein dari kacang-kacangan atau biji-bijian seperti kacang almond,kacang walnut dan biji bunga matahari juga bisa menjadi 

Hindari juga konsumsi makanan berlemak,berminyak dan penggunaan bahan-bahan pengawet makanan atau penyedap rasa. Sebagai alternatif kita bisa mengganti minyak dengan mentega yang lebih kaya kandungan vitamin dan proteinnya,begitu juga dengan penyedap rasa,kita bisa gunakan penyedap rasa alami seperti gula,garam dan kaldu alami.  

Jadi intinya pengobatan secara alami pada penyakit liver lebih bersifat Detox, yaitu upaya membersihkan racun-racun atau zat-zat berbahaya yang menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi hati dengan cara diet atau menghentikan kebiasaan buruk pasien yang menjadi faktor pemicu penyakit Liver tersebut. 

Pengobatan secara Medis

Kebalikan dari pengobatan secara alami,pengobatan secara medis adalah upaya atau tindakan pada penderita suatu penyakit yang dilakukan dengan cara pemberian terapi pengobatan secara klinis oleh tenaga medis.

Dalam kaitannya dengan penyakit gangguan organ hati (Liver) ini,tindakan medis yang diambil biasanya berupa:

1.Pemberian Obat-obatan

Penanganan medis secara klinis biasa nya berupa pemberian obat-obatan. Dan pemberian obat-obatan ini pun disesuaikan dengan jenis dan penyebab penyakit Liver itu sendiri. Untuk penyakit Liver yang disebabkan oleh virus,seperti Hepatitis B atau C,dokter biasanya memberikan obat Antivirus dan suntikan interveron.

Sedangkan untuk penyakit Liver yang disebabkan karena adanya peradangan akibat konsumsi alkohol berlebihan,autoimun atau hati berlemak dokter akan memberikan Kortikosteroid, sedangkan untuk obat antihipertensi dan Albumin biasanya diberikan kepada pasien dengan gangguan hati yang sudah kronis seperti Sirosis Hati.

2.Tindakan Operasi

Tindakan operasi jarang sekali di lakukan,karena selain harus melewati prosedur yang panjang,biaya yang besar juga memakan waktu cukup lama,sehingga dibutuhkan pertimbangan yang matang sebelum melakukan tindakan oprasi. Tindakan ini biasanya di lakukan pada pasien penyakit hati seperti Kanker Hati. Tujuannya untuk mengangkat organ hati yang sudah mengalami tumor atau kanker,dan mempertahankan sel hati yang masih berfungsi dengan baik.

3.Transplantasi Hati

Hampir sama dengan tindakan Oprasi,dokter merasa perlu melakukan tindakan Transplantasi Hati karena beberapa pertimbangan dan konsultasi dengan keluarga pasien. Terutama berkaitan dengan kondisi kerusakan fungsi hati pasien. Tindakan Transplantasi Hati biasanya juga dilakukan pada penderita gangguan Hati kronis,seperti Sirosis,Fatty Liver dan Kanker hati.

4.Parasentesis

Tindakan ini biasanya dilakukan pada pasien Sirosis Hati,yaitu dengan jalan membuang cairan yang menumpuk dirongga perut yang mengkibatkan perut semakin membengkak.

Itulah tadi beberapa langkah pengobatan penyakit Liver yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan kesembuhan.

Setelah menyadari bahwa dirinya telah mengidap penyakit gangguan fungsi hati,biasanya seorang penderita penyakit Liver akan mengalami depresi atas keadaan yang sedang di alami nya saat ini,oleh karena itu,pertama-pertama yang harus kita lakukan jika ada salah satu anggota keluarga,saudara atau mungkin teman kita yang mengidap penyakit gangguan fungsi hati ini adalah memberinya support dan dukungan atau Terapi Psikologis yang bertujuan untuk menguatkan agar penderita selalu berpikir positif dan realitis, serta memiliki semangat dan keyakinan untuk bisa sembuh dan pulih.

Karena kondisi depresi dan tekanan psikologis yang berlebihan pasien, hanya akan membuat gangguan fungsi hati penderita atau pasien akan semakin parah.


Kesimpulan

Meskipun organ hati terbukti merupakan satu-satunya organ yang dapat melakukan regenerasi atau bisa menyembuhkan diri sendiri,namun upaya pencegahan dan deteksi dini sangatlah penting dilakukan agar tidak terjadi kerusakan yang semakin parah,sehingga mengakibatkan hati terpaksa berhenti beregenerasi dan tidak bisa berfungsi dengan baik.

Ketika hati mengalami kerusakan,maka organ lainnya pun akan terganggu fungsinya sehingga akan menimbulkan komplikasi terhadap penyakit. Akhirnya...berbagai upaya pengobatan yang kita lakukan akan sia-sia. Seperti kata pepatah nasi sudah menjadi bubur,dan penyesalan selalu datang terlambat.

Sedikit berbagi pengalaman,ketika penyakit liver merenggut nyawa suamiku,itu terjadi pada tahun 2015 silam.Saat itu kami sama sekali tidak pernah menyadari bahwa beliau sedang digerogoti kanker hati yang ganas.

Bermula ketika beliau mengeluhkan perutnya yang sering terasa penuh dan begah padahal belum makan atau setelah makan tetapi dengan porsi yang tidak terlalu banyak.Waktu itu aku dan suami berpikir itu hanyalah gejala gangguan lambung biasa,atau maag. Jadi...setiap kali rasa begah dan kembung itu datang,aku hanya  memberinya obat maag biasa.

Hingga pada suatu hari, tiba-tiba suami ku jatuh pingsan karena tidak kuat menahan rasa nyeri di perut sebelah kanan atas hingga ke ulu hati,yang datang nya pun tiba-tiba. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik,test darah dan radiologi, akhirnya diagnosa dokter mengarah ke kanker hati (hepatocellular carcinoma)

Saat itu aku dan suami benar-benar shock dengan vonis dokter, karena selama ini suamiku tidak mengalami gejala yang specifik,dia juga bukan seorang pecandu alkohol,bukan juga seorang perokok.

Tetapi mengapa masih bisa terkena serangan kanker hati? Ternyata setelah dilakukan rekam medis, akhirnya diketahui bahwa almarhum suamiku pernah mengidap Hepatitis B,selain itu suami juga pernah punya riwayat medis mengalami ulkus (luka pada telapak kaki yang mati rasa) yang tidak kunjung sembuh, sehingga di haruskan menjalani pengobatan rawat jalan.

Selama ulkus tersebut belum sembuh atau pulih,dokter menyarankan terapi pemberian obat-obatan pereda nyeri dan antibiotik,itu berlangsung hingga kurun waktu kurang lebih 9 tahun lamanya.

Sehingga dokter berkesimpulan bahwa riwayat Hepatitis B dan konsumsi obat-obatan anti radang dan antibiotik dalam jangka waktu yang cukup lama,serta kebiasaan beliau yang sangat suka makan makanan berlemak,itulah yang di duga menjadi pemicu rusaknya organ hati hingga menimbulkan jaringan parut pada hati yang semakin lama semakin meluas hingga mengakibatkan sirosis hati.

Pada tahap ini,dokter menyarankan untuk di lakukan rawat inap dengan pemberian obat-obatan dan menyarankan agar melakukan diet beberapa jenis makanan yang mengandung lemak,gula dan makanan yang mengandung bahan pengawet (MSG).

Kami berusaha mengikuti saran dari dokter, pengobatan secara medis maupun non medis pun kami jalani,demi untuk mendapatkan kesembuhan.

Tetapi makin hari kondisi suamiku makin lemah,sering mengalami insomnia atau sulit tidur karena sesak nafas karena kondsi perut yang semakin lama semakin membengkak,tetapi berat badan semakin menurun karena hilangnya selera makan yang tiba-tiba.

Setiap dua minggu atau sebulan sekali aku membawa suami ke dokter,melakukan pemeriksaan medis (check up) ke dokter. Untuk melihat perkembangan selama menjalani pengobatan rawat jalan.

Selama tujuh bulan lamanya suamiku bertahan menghadapi ganasnya kanker hati yang semakin hari semakin bertambah parah, meskipun berbagai terapi dan pengobatan sudah kami lakukan, tetapi semuanya seolah sia-sia dan tidak membawa perubahan yang berarti.

Di tandai dengan diagnosa dokter bahwa gangguan liver yang di derita almarhum suamiku semakin hari semakin meningkat stadium nya. 

26 September 2015,setelah 7 bulan lamanya berjuang keras melawan kanker hati akhirnya beliau berpulang ke rumah Bapa di Surga untuk selamanya.

Selama 4 hari 3 malam dalam kondisi kritis,demam,bengkak pada tangan dan kaki,mata,kuku dan kulit semakin menguning serta kontraksi perut yang nyaris tak kunjung reda,begitu juga nafas yang semakin sesak, membuat beliau akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah sakit tempat beliau dirawat.

Ini sungguh merupakan ujian yang berat buat aku dan anak-anak kami, tetapi kami selalu yakin dan percaya bahwa untuk segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Salah satunya adalah aku bisa berbagi pengalaman melalui tulisanku ini. 

Ya aku sengaja menulis artikel ini dengan tujuan untuk berbagi pengalaman,agar kita semua semakin memahami apa itu penyakit Liver, jenis-jenis nya, gejalanya hingga bagaimana mencegah dan mengobatinya. 

Aku berharap, melalui tulisan ini kita semua bisa lebih waspada sehingga bisa melakukan pencegahan serta deteksi dini terhadap penyakit gangguan hati (Liver) ini.

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca, semoga bermanfaat dan jangan lupa jika diantara kalian punya pengalaman yang sama boleh tinggalkan jejak di kolom komentar ya...

Salam sehat dan Bahagia selalu....


3 Komentar

  1. Luar Biasa dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih bang...sudah berkunjung,salam sehat n bahagia selalu ya 😇🙏🏻

      Hapus
  2. wahh....lengkap banget penjelasannya,terima kasih y kak artikelnya,bermanfaat banget,semangat n sehat selalu

    BalasHapus