Aku Pemalas

ilustrasi dan typography pemalas
Pemalas (typography by Yohana Gunarti)





Kata mereka aku pemalas,
Bangun ku selalu kesiangan, 
Padahal....
Bukan bangun ku yang kesiangan, tetapi tidurku yang sering kepagian

Kata mereka aku pemalas,
Makanya aku miskin dan susah naik kelas
Padahal...Aku seorang pekerja keras
Aku bekerja dari siang hingga larut malam 
Bahkan menjelang pagi, melebihi kalian yang bekerja hanya 8 jam sehari.

Kata mereka lagi...aku kurang waras,
Gak pernah bersosialisasi apalagi bergaul dengan kalian yang merasa waras
Sibuk berekspektasi,dan berhalusinasi

Padahal aku tidak sedang sengaja mengurung diri
Atau enggan bersosialisasi
Aku sedang berusaha keras
Wujudkan mimpi dan ekspektasi  
Nyaris tanpa batas waktu

Aku tahu hidup memang keras,
Terkadang tidak semuanya harus dihadapi dengan waras
Harus sedikit berani sedikit gila hingga melampaui batas-batas waras

Agar sedikit berbeda dan berkelas

Aku si pemalas,begitu kata mereka di belakang ku
Aku tak peduli,karena aku tahu
Kita memang beda kelas,beda memutar waktu

Aku jarang tidur tetapi punya banyak mimpi, sedangkan kalian suka tidur tapi tak pernah punya mimpi

Oleh: Yohana Gunarti


Penggalan  sajak di atas merupakan ungkapan hatiku yang gerah dan agak kesal dengan suara bisik-bisik tetangga, teman bahkan keluarga yang malah sering jadi hater paling santer dalam hidup ku,sering menganggap kegagalan,kemiskinan dan keterpurukanku selama ini karena aku pemalas.

Karena yang mereka lihat selama ini aku gak pernah ngapa-ngapain,pengangguran yang gak pernah mau berusaha dan bekerja,bangun tidurku selalu kesiangan,jarang bergaul untuk menambah pengalaman,hanya mengurung diri dan hampir ga pernah bersosialisasi,hanya di kamar ngabisin rokok,ngabisin kopi,ngerjain hal-hal yang ga jelas.

Dan masih banyak lagi dari diriku yang mereka lihat secara kasat mata yang membuat mereka dengan mudah menyimpulkan aku seorang pemalas

Memang di lingkungan masyarakat kita, masih berlaku stigma bahwa orang-orang dengan status sosial ekonomi menengah ke bawah alias miskin,seringkali di anggap sebagai pemalas.

Sifat pemalas masih di anggap menjadi penyebab utama nasib seseorang tidak kunjung berubah,dari waktu ke waktu, dari tahun ke tahun kondisi ekonominya masih begitu-begitu saja.

Contohnya,semenjak bangkrut dan berada di posisi nol,kondisi ekonomi ku memang masih belum ada peningkatan yang signifikan.Bahkan selama tiga tahun terakhir ini bisa dikatakan belum ada perubahan dari segi ekonomi,kondisi kami masih pas-pasan,bahkan bisa dikatakan cenderung masih serba kekurangan.


Apakah semua itu karena aku pemalas??Entahlah...aku sendiri masih merasa bingung apa kata pemalas itu memang pantas di sandang kan kepadaku?

Yang jelas..., selama tiga tahun ini,ritme kerja dan semangat dalam diri ku masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Aku merasa selama ini tidak pernah menyerah ketika aku punya mimpi atau keinginan,aku akan berusaha keras untuk mewujudkannya.

Dalam hal pekerjaan aku juga tidak pernah terlalu memilih. Pekerjaan apapun aku lakukan jika memang aku bisa melakukannya dan menghasilkan uang. 

Aku pernah jadi pembantu rumah tangga(ART),menjadi perawat orang sakit,pernah buka kios kecil-kecilan berdagang bermacam-macam jajanan anak-anak, membuat rempeyek,keripik sagu tempe dan beberapa jenis makanan ringan atau cemilan yang aku jual dengan sistem konsinyasi atau titip ke warung-warung.

Bahkan jika ada tetangga atau teman yang minta tolong untuk bersih-bersih rumah atau pekerjaan lainnya ya aku jalani juga,meski kadang dengan upah sekedar cukup untuk jajan anak-anak.

Hampir semua pekerjaan bisa aku lakukan.Aku juga suka sekali mencoba hal-hal baru termasuk untuk usaha atau pekerjaan.

Tetapi memang aku tipe orang yang mudah sekali bosan, apalagi jika usaha atau pekerjaan yang aku lakukan hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi.

Seringkali aku harus melewati beberapa batu loncatan, sampai aku menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan ku.

Selain itu aku juga tipe orang yang moody, sedikit saja ada masalah, suasana hati bisa langsung berubah,dan seringkali ini berpengaruh juga terhadap usaha dan pekerjaan ku.

Tetapi sebaliknya, jika suasana hati sedang bagus, aku akan bersemangat sekali melakukan pekerjaan ku. Aku bisa bekerja seharian bahkan hingga larut  malam seolah tak ada batas waktu kecuali memang mata sudah tidak bisa di ajak kompromi,baru aku akan berhenti mengerjakan pekerjaan itu lalu istirahat dan tidur.

Biasanya jenis pekerjaan yang sesuai dengan passion dan bakat ku yang membuat aku sangat betah untuk bertahan. 

Contohnya, ketika aku memutuskan untuk fokus menjadi seorang blogger, aku akan betah berlama-lama di depan laptop (waktu masih ada laptop) untuk menulis artikel atau mencari informasi terkait aktifitas tersebut di internet. 

Begadang sampai pagi adalah makanan ku selama kurang lebih tiga tahun terakhir ini. Ngapain aja?? Ya macam-macam,bikin artikel,bikin konten,bahkan aku rela begadang mantengin YouTube,blog atau sosmed untuk belajar hal-hal baru yang aku sama sekali belum tahu.

Mungkin inilah yang membuat orang-orang di sekeliling ku sering menganggap ku gila, pemalas dan tidak realistis. Karena...ya itu tadi, mereka belum melihat aku mendapat hasil (cuan) yang signifikan dari setiap jerih payahku tersebut.

Yang mereka lihat selama ini aku hanya diam di rumah (di kamar),tanpa pernah berbuat sesuatu untuk meningkatkan taraf hidup ku.

Tetapi...aku hanya meresponi semua anggapan itu dengan senyuman,tanpa ingin sedikit pun untuk  membela diri, aku hanya bisa diam dan terus berusaha sampai waktu sendiri yang menjawab bahwa semua omongan dan anggapan mereka itu tidak sepenuhnya benar.

Meskipun kalau boleh jujur, sebenarnya gerah juga dan rasanya ingin marah, ketika anggapan dan omongan seperti itu akhirnya sampai di ditelinga ku.

Tetapi sudahlah...waktu ku terlalu berharga untuk memikirkan penilaian orang tentang aku. Dan harusnya semua itu bisa menjadi cambuk dan pembakar semangat ku.

Waktu terus berjalan, dan yang jelas aku punya tujuan,apa dan bagaimana usaha ku hanya Tuhan dan anak-anak ku yang tahu. 

Aku berusaha mempergunakan waktu ku untuk hal-hal yang memang benar-benar bermanfaat bagi ku dan anak-anak ku.

Tiap orang pasti ingin sukses,ingin kaya dan berhasil. Cara yang di lakukan dan jalan yang di tempuh pun pasti berbeda-beda.Tantanganya pun juga berbeda.

Yang jelas aku yakin semua orang pasti akan memilih jalan yang di sukai,di ingini dan diminati, inilah yang disebut passion atau gairah. Semua orang pasti ingin mencari nafkah,bekerja dan mendapat penghasilan sesuai dengan minat bakat dan kesukaan (hobby) nya.

Jadi menurut ku tidak ada seorangpun yang mau bermalas-malasan,jika seseorang itu terkesan lambat dalam mencapai sesuatu (keberhasilan dan kesuksesan) pasti ada suatu kendala juga yang sedang di hadapinya.

Mengerjakan sesuatu (pekerjaan),tanpa ada rasa suka atau cinta tentu kurang greget,kurang bergairah dan kurang berenergi,sehingga akhirnya muncullah rasa malas tersebut.

Beda cerita jika kita bekerja sesuai dengan minat dan keinginan atau cita-cita,pasti kita akan lebih bersemangat lagi untuk menjalani pekerjaan tersebut.

Semua kembali kepada masing-masing pribadi, karena hidup adalah pilihan,ada yang memilih menjalani apapun pekerjaannya karena memang benar-benar terdesak oleh kebutuhan meski harus melakukan dengan keterpaksaan karena takut jadi bahan rasan-rasan (gunjingan),tetapi ada juga yang memilih kekeuh mempertahankan idealisme nya,tanpa terpengaruh oleh keadaan apalagi omongan orang.

Dalam setiap pilihan, pasti akan ada orang-orang menjadi supporter atau pendukung,dan ada juga yang menjadi hater atau pembenci kita.

Bersyukur jika kalian selalu mendapat support apapun pilihan usaha dan pekerjaan kalian. Tetapi jika kalian terpaksa harus berjalan tanpa dukungan siapa pun, jangan lantas itu menjadi alasan yang  membuat kalian harus berhenti di tengah jalan.

Bersabarlah, berdoalah dan berjuanglah..






0 Komentar